SUPELTAS Salatiga Disorot! Aduan Warga Bongkar Lemahnya Pengawasan di Simpang Jalan


Salatiga, SUPELTAS.my.id
— Keberadaan relawan pengatur lalu lintas atau SUPELTAS di sejumlah titik persimpangan Kota Salatiga kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah aduan warga terkait pelayanan yang dinilai belum maksimal memicu evaluasi serius dari jajaran Satlantas Polres Salatiga bersama unsur pemerintah daerah.


Fenomena menjamurnya “Pak Ogah” di berbagai simpang jalan sebelumnya menjadi persoalan klasik yang cukup meresahkan pengguna jalan. Tidak sedikit aktivitas pengaturan lalu lintas dilakukan tanpa koordinasi, tanpa standar keselamatan, bahkan berpotensi memicu kemacetan dan konflik di jalan raya.


Berangkat dari kondisi tersebut, Satlantas Polres Salatiga mengambil langkah pembinaan dengan membentuk wadah resmi SUPELTAS sebagai upaya penataan relawan lalu lintas agar lebih tertib, terorganisir, dan memiliki tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.


Namun dalam praktiknya, berbagai keluhan masyarakat masih ditemukan. Mulai dari dugaan pelayanan yang kurang humanis, minimnya disiplin di lapangan, hingga keberadaan oknum yang dinilai belum memahami etika keselamatan berlalu lintas. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena relawan lalu lintas sejatinya hadir untuk membantu kelancaran arus kendaraan, bukan justru menimbulkan keresahan baru.


Setiap bulan, Satlantas Polres Salatiga diketahui rutin melaksanakan apel pembinaan dan sosialisasi kepada anggota SUPELTAS. Selain itu, pengawasan juga dilakukan secara bertahap melalui patroli harian di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para relawan tetap menjalankan tugas sesuai aturan, mengutamakan keselamatan, serta memberikan pelayanan yang santun kepada pengguna jalan.


Tidak hanya kepolisian, unsur Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan juga diberi ruang untuk ikut melakukan pembinaan dengan tetap berkoordinasi bersama Satlantas selaku pembina lalu lintas jalan raya. Kolaborasi lintas instansi ini dinilai penting guna memperkuat pengawasan sekaligus mencegah munculnya relawan liar yang bertindak tanpa arahan resmi.


Sebagai bentuk tindak lanjut atas berbagai aduan masyarakat, pada Kamis, 16 Juni 2022 pukul 10.00 WIB dilaksanakan patroli gabungan antara Satlantas Polres Salatiga dan Dinas Perhubungan. Kegiatan tersebut difokuskan pada edukasi, penertiban, serta penguatan pembinaan terhadap anggota SUPELTAS di lapangan.


Patroli gabungan itu tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas keberadaan SUPELTAS di Kota Salatiga. Pengawasan yang konsisten dinilai menjadi kunci agar keberadaan relawan lalu lintas benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.


Di sisi lain, masyarakat juga diimbau memahami bahwa SUPELTAS pada dasarnya merupakan relawan sosial yang membantu tugas pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan. Meski demikian, keberadaan mereka tetap harus berada dalam koridor aturan, pembinaan resmi, dan pengawasan aparat agar tidak menimbulkan penyalahgunaan kewenangan di jalan raya.


Pengamat transportasi menilai, pembinaan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan profesionalitas relawan lalu lintas. Edukasi tentang etika pelayanan publik, keselamatan kerja, hingga pemahaman aturan lalu lintas harus menjadi prioritas agar SUPELTAS benar-benar mampu menjadi mitra strategis aparat dalam menciptakan ketertiban berlalu lintas.


Dengan meningkatnya pengawasan dan patroli gabungan, masyarakat berharap keberadaan SUPELTAS di Kota Salatiga dapat semakin profesional, humanis, serta mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.


(Redaksi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama